Oke. Ini tema
yang agak sedikit liar rupanya. Familiar tepatnya sih. “Mentok di Mantan” tema
ini sempat menjadi trending topic di
otak saya sejak pacar saya sering menyebutnya di hadapan saya beberapa hari ini
(sebenarnya secara kias menyindir saya T.T).
Penyakit Mentok di Mantan atau biar lebih liar lagi saya singkat “MtM Syndrome” adalah sebuah penyakit
dimana keadaan seseorang secara psikologis tidak bisa bergerak maju (move
on/moving forward seperti jargon Toyota) apalagi bergerak mundur (moving
backward?) dari ingatan atau kenangan yang ditimbulkan dari perasaan cinta/suka
dari seorang mantan kekasihnya. Lalu apa istimewanya dari salah satu penyakit
kejiwaan ini? Nah, bagi anda yang penasaran coba simak rekam jejak saya pada
pasien saya (notabene temen sekosan saya), ini adalah bukti nyata tidak
dibuat-buat.
Sebelumnya saya ceritakan,
posisi korban sebenarnya sudah menjomblo akibat memutus mentan kekasihnya (AA)
sejak bulan Maret 2011 lalu. Sedang anda dapat melihat tanggal dimana sms
puitis itu dikirim. (Sebenarnya ada beberapa sms lagi yang berisikan makna
puitis seperti itu lagi, namun demi keamanan narasumber, saya tidak menampilkannya.)
Ya’. Tepat sekali. (Apanya?) Dia sering menyimpan sms-sms dari AA walaupun memang
sudah sangat lama sekali mereka putus. Normalnya, jika seseorang yang memang
tidak punya perasaan lagi terhadap AA, sms seperti itu akan dihapus. Karena
ya,,apasih..buat apa gitu. Tapi tidak dengan orang yang memiliki MtM. Gejala yang lain adalah, dia masih
sangat memperhatikan perkembangan si AA, dari mulai siapa pacar barunya,
pacarnya dari keluarga baik-baik atau tidak. Perkembangan psikologis AA-nya,
apakah dia semakin bahagia atau tidak, sampai hal-hal objek kepo lainnya yang diperlukan. Dan lain-lain yang seharusnya bagi orang yang
bisa move on hal ini tak perlu
terjadi.
Lalu apa yang menjadi concern saya dalam topik ini? Adalah tanda tanda kasat mata dan dampak psikologis yang sangat menggangu si penderita dan lingkungan sekitarnya. Beberapa tanda tanda kasat matal yang saya rangkum dari beberapa klien saya adalah:
1. Saat disebut namanya , bergetar hatinya (eh ini tidak kasat mata ya?)
2. Setelah bergetar hatinya, bergetar tangannya, trus bergetar matanya (kebayang?)
3. Meracau ; dalam hal ini jika pasien diajak bicara, suaranya akan semakin lirih (fade out) dan kadang berbicara tidak jelas
4. Jika Anda dalam keadaan dimana pasien dan penyebab MtM ini bertemu, coba perhatikan sebentar. sekitar 5 detik , mata pasien akan kosong (melamun mengenang cerita masa lalu). Pernah melihat film anime?Tsubasa?Naruto? Coba perhatikan saat Tsubasa akan menendang bola. Secara nalar, mana mungkin sebelum menendang bola itu seseorang dapat flashback masa lalunya yang jika didurasikan film bisa sampai 30 menit? Itu di dalam anime wajar lah. Tapi ternyata ini bisa terjadi di kehidupan penderita MtM lhoh...
5. Untuk penderita stadium menengah, mereka akan lebih frontal. Mereka akan berkata dengan bangganya kalau mereka gagal move on. Dengan catatan tanda-tanda 1-4 telah dipenuhi.
6. Untuk penderita stadium akhir, tanda-tanda 1-5 tidak bisa Anda lihat nampaknya. Untuk penderita stadium akhir, pasien harus dilakukan pendekatan khusus. Karena dia sudah berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain. Seperti misal penyebab meledaknya Reaktor Nuklir di Chernobyl, Russia dikarenakan seseorang maniak MtM stadium akhir. Para ahli menemukan bahwasanya saya yang mengarang ceritanya hehe..
Untuk selanjutnya akan kita lanjutkan pada kuliah mbesok ..
(to be continued)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar